MGV8NaN6LGtcNWV8NWJ6LGB6NSMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Mama Gentur dan Pesantran Gudang, Sebuah Perjalanan,,,

gambar mama gentur
foto mama gentur via wikipedia

Mama Gentur merupakan salah satu ulama Cianjur yang sangat tersohor hingga saat ini, tak lain karena kealiman dan keluasan ilmunya yang membawa berkah bagi masyarakat hingga mampu dirasakan sampai saat ini.

Berkat kealiman dan keluasan ilmu agama islam yang dimilikinya, sosok beliau seperti magnet yang menarik benda disekelilingnya dalam artian keapikan dalam penerapan islam membuat beliau dihormati oleh ulama pada zamannya, dicintai masyarakat hingga kehadiran santri-santrinya yang datang dari berbagai daerah untuk menimba ilmu agama pada beliau.

Dengan kegigihannya dalam menyampaikan ilmu agama pada masyarakat dan santrinya, ulama-ulama masyhur di wilayah Jawa Barat pun sebagian besar tak lepas dari pendidikannya.

Tak heran jika acara haul tiba, puluhan ribu jemaah memadati kompleks makamnya yang berada di Gentur, Warungkondang sebagai objek wisata ziarah di Cianjur.

Lantas apa hubungan antara Mama Gentur dengan Pesantren Gudang Tasik ?

Menurut penuturan Mama Gentur, Mama Gudang jika sedang mengajar di hadapan Kiyai Rusdi dagu dan badan dia bergetar dikarenakan sungkan akan ilmunya Kiyai Rusdi. Bahkan, Mama Gudang berkata kepada Mama Gentur, "Katakan kepada Ki Rusdi segeralah bermukim.

Bukankah Kang Adzro'i pun sudah menyuruhnya dan sudah ada dalam ridho guru?" Kemudian Mama Gentur menyampaikan amanat dari gurunya itu dengan sebisa-bisa bicara kepada Ajengan Muhammad Rusdi. Namun, tetap saja ayah dan kakeknya belum juga menyetujuinya.

Kemudian Kiyai Rusdi setelah mondok di Gudang selanjutnya pindah lagi ke Syekh Muhammad Shoheh, Bunikasih, Cianjur yang disebut Ba'dul Ikhwan oleh Syekh Ibrahim al-Bajuri dalam kitab Tijan. Syekh Muhammad Shoheh, Bunikasih, Cianjur dan Syekh Muhammad Adzro'i, Bojong, Garut adalah teman sepondok sewaktu ngaji di Syekh Ibrahim al-Baijuri.

Masyarakat menyebut bahwa Mama Shoheh adalah guru dari Mama Gentur, tapi ada pula yang berpendapat bahwa Mama Gentur tidak berguru kepada Mama Soheh karena Mama Soheh sendiri sudah mengetahui keluasan ilmu Mama Gentur hingga akhirnya beliau menyuruh Mama Gentur mendirikan pesantran pertamanya di Gentur.

Tidak ada yang tahu pasti akan hal ini, yang jelas,,, Mama Soheh dan Mama Gentur tidak dapat dipisahkan dari nilai historis dalam pengembangan islam di tatar Cianjur khususnya wilayah Gentur dan Warungkondang.

Mama Gentur terus menetap di Gudang hingga sembilan tahun lamanya. Sebuah perjalanan yang sangat lama bukan?

Waktu mondok pesantren di Gudang, dia pernah ziarah ke makam kubur di Geger Manah. Sebelumnya dia puasa dulu selama empat puluh hari baru berangkatlah ke Geger Manah dan langsung mendatangi juru kunci makam.

Dia disambut di rumah kuncen sembari ditanya perihal maksud dan tujuannya, yaitu hendak ziarah tabaruk di makam keramat. Kemudian diantarlah dia menuju makam keramat tersebut.

Kira-kira jam empat Subuh dia pulang dari makam dan balik lagi ke tempat kuncen, kemudian kuncen menjamunya dengan rupa-rupa makanan.

Selesai makan, dia bertanya kepada kuncen, "Mang, malem tadi ada hujan kesini gak?" Jawab kuncen, "Ah, gak ada. Memangnya ada apa Ajengan?" Kuncen agak heran. "Waktu saya di makam sedang ziarah tiba-tiba ada hujan yang besar sekali, petir menyambar-nyambar disertai angin yang sangat kencang.

Saya melihat pohon kayu yang amat besar merunduk-runduk ke tanah seperti mau runtuh, tumbang." Kuncen bertanya, "Terus ada apa lagi?" Jawab Mama Gentur, "Ah rahasia, saya gak sanggup menceritakannya."

Di malam itu kata penduduk kampung ada suara ayam berkokok yang terdengar jelas oleh semuanya, sedangkan di kampung tersebut tidak ada yang punya ayam yang suaranya seperti itu. Semuanya kaget akan suara ayam tersebut, kemudian diselidiki dari mana sumbernya suara.

Ternyata yakin bahwa suara ayam tersebut berasal dari atas pasir (bahasa indonesia : bukit), tempat makam yang diziarahi oleh Pangersa Mama Gentur. Kata Mama Gentur, "Setelah 9 tahun di Gudang kemudian Mama berangkat ke Mekkah ngaji ke Syekh Hasbullah

Beliau juga mempunya beberapa anak yang soleh, sebut saja Aang Baden dan Aang Nuh namanya secara umum masuk dalam daftar nama yang dihadiahkan dalam acara tahlilan atau hadiahan.

Sebagai masyarakat Cianjur, kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari ulama Allah ini,, semoga kita mendapat berkahnya dan melanjutkan perjuangannya dalam menegakan agama Allah...amiiin

Adapun amalan yang paling masyhur disampaikan oleh ustad-ustad dalam acara keagamaan adalah bahwa beliau sangat gemar membaca sholawat terutama sholawat Nariyah yang terkenal itu.

sumber artikel : https://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Syathibi_al-Qonturi
Share This Article :
Dadan Rusdan

infocianjur.net adalah blog pribadi yang mengulas informasi seputar cianjur meliputi wisata, tokoh dan berita terbaru

5153379810150479670